Friday, September 25, 2015

Jaringan Otot

Jaringan otot adalah jaringan lunak yang ditemukan di sebagian besar hewan termasuk manusia dan dapat mendukung otot untuk berkontraksi. Cara kerjanya saling berlawanan dengan komponen atau jaringan lain di otot seperti tendon atau perimisium. Jaringan otot terbentuk saat perkembangan embrio melalui proses yang disebut miogenesis.
Tubuh terdiri dari tiga jenis jaringan otot: (a) otot rangka, (b) otot polos, dan (c) otot jantung. (Tingkat pembesaran sama)

Jaringan otot memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan letaknya pada tubuh. Terdapat tiga jenis jaringan otot pada mamalia yaitu otot rangka (otot lurik), otot polos (tidak lurik), dan otot jantung (semi lurik). Otot polos dan jantung (kardiak) berkontraksi tanpa sadar dan tidak dapat diintervensi secara sadar. Jenis-jenis otot tersebut kemungkinan berinteraksi dengan sistem saraf pusat dan menerima impuls dari persarafan yang mengendor atau aktivasi hormon endokrin. Otot lurik atau otot rangka hanya berkontraksi jika dipengaruhi oleh sistem saraf pusat. Gerak refleks adalah contoh gerakan otot rangka secara tidak sadar, namun tak satupun gerak tersebut yang timbul dari aktivasi sistem saraf pusat.

Perbedaan jenis otot dipengaruhi oleh perbedaan respon setiap jenis otot terhadap neurotransmitter dan kelenjar endokrin seperti asetil-kolin, noradrenalin, adrenalin, dan nitrat oksida. Selain itu, perbedaan jenis otot juga dipengaruhi oleh letak otot tersebut dalam tubuh serta jumlah mioglobin, mitokondria, miosin ATP sintase, dll.

1. Struktur Jaringan Otot
Otot (miosit) adalah sel memanjang dengan panjang mulai dari beberapa milimeter sampai 10 cm dan lebar mulai dari 10 sampai 100 mikrometer. Sel-sel tersebut bergabung menjadi jaringan otot dengan bentuk halus atau lurik tergantung pada ada tidaknya jalinan protein kontraktil yang disebut miofilamen. Otot lurik terdapat pada otot rangka dan jantung. Otot lurik akan tunduk pada kendali dengan kesadaran, sedangkan otot polos tidak. Dengan demikian, jaringan otot dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu:
  1. Otot rangka adalah otot lurik yang dapat dikendalikan dibawah kesadaran dan menempel pada tendon (atau oleh aponeurosis di beberapa tempat). Sedangkan tendon menempel pada tulang. Kontraksi otot rangka menimbulkan efek gerakan pada rangka dan dapat juga berfungsi untuk mempertahankan postur tubuh. Massa tubuh manusia laki-laki dewasa 42% diantaranya adalah otot rangka, sedangkan massa tubuh manusia perempuan dewasa 36% diantaranya adalah otot rangka. 
  2. Otot polos adalah otot tidak lurik yang tidak dapat dikendalikan secara sadar. Otot polos dapat ditemukan di dinding-dinding organ dan struktur seperti kerongkongan, lambung, usus, bronkus, rahim, kandung kemih, pembuluh darah, dll. 
  3. Otot jantung adalah otot lurik namun tidak dapat dikendalikan dibawah kesadaran (involunter) meskipun strukturnya mirip dengan otot rangka. Otot jantung disebut juga miokardium dan hanya terdapat pada hewan vertebrata.
Struktur sel otot pada ketiga jenis jaringan otot. (1) otot rangka, (2) otot polos, dan (3) otot jantung. 

Otot kardiak (jantung) dan rangka adalah otot lurik karena mengandung sarkomer dan disusun dengan tenunan seperti kain lurik. Sedangkan otot polos tidak demikian. Otot rangka disusun paralel, otot jantung disusun bercabang-cabang dan tidak beraturan, dan otot polos tidak menyatu namun sel-sel ototnya menempel satu sama lain.

1.1. Otot Rangka
Otot rangka (otot lurik) dibagi lagi menjadi beberapa tipe:
  1. Tipe I. Tingkat oksidatifnya rendah, renggangan lambat. Juga disebut “otot merah” karena mengandung kapiler darah, kaya mitokondria, dan mengandung mioglobin. Otot Tipe I dapat membawa lebih banyak oksigen dan dapat menopang aktivitas aerobik. Hasil penelitian terbaru (McCloud, Aaron. 30 November 2011. “Build Fast Twitch Muscle Fibers”) menunjukkan bahwa serabut otot Tipe I sesekali dapat terpecah menjadi Tipe I dan Tipe Ic. 
  2. Tipe II. Dapat merenggang dengan cepat. Otot Tipe II dibagi menjadi tiga berdasarkan kecepatan kontraktil (semakin ke bawah, semakin cepat). 
  • Tipe IIa adalah otot yang lambat, dapat bergerak aerobik, kaya mitokondria dan kapiler, dan berwarna merah saat terdeoksigenasi. 
  • Tipe IIx (juga disebut Tipe IId). Memiliki sedikit mitokondria dan mioglobin. Ini adalah jenis otot yang tercepat pada tubuh manusia. Kontraksinya lebih cepat dengan jumlah tenaga yang lebih besar dari otot oksidatif, tapi kekuatan otot ini berlangsung tidak lama dan setelah itu dapat menimbulkan rasa sakit yang sering disalahartikan sebagai penumpukan asam laktat (kelelahan). Beberapa literatur menyebutnya dengan rancu sebagai 
  • Tipe IIB. Tipe IIb adalah otot berwarna putih yang anaerobik dan memiliki sedikit mitokondria dan mioglobin. Pada hewan kecil seperti tikus, jenis otot ini adalah yang tercepat. Itulah mengapa daging otot tikus terlihat pucat.
1.2. Otot Polos 
Sel otot polos berbentuk lancip pada kedua ujungnya dan tidak lurik. Sel-sel tersebut saling menempel satu sama lain sehingga menjadi satu dan dibungkus oleh jaringan ikat. Dinding organ dalam seperti pembuluh darah, lambung, dan usus berisi otot jenis ini. Otot polos dikendalikan tanpa kesadaran.

1.3. Otot Jantung
Sel otot jantung menyatu. Serat yang dihasilkan bercabang-cabang dan saling berhubungan sehingga menjadi suatu jaringan yang kompleks. Setiap sel memiliki satu inti sel. Ketika bagian ujung sel otot yang satu menyentuh sel lain, timbul persimpangan antarseluler, yang hanya terjadi pada jaringan jantung. Otot jantung dikendalikan tanpa sadar dan berfungsi untuk memompa darah melalui bilik jantung ke dalam pembuluh darah.

2. Tabel Perbedaan Otot Polos, Otot Jantung, dan Otot Rangka

Dilihat dari
Otot Polos
Otot Jantung
Otot Rangka
Anatomi



Persimpangan neuromuskular
Tidak ada
Tidak ada
Ada
Bentuk serat
Fusiform (bulat dengan ujung meruncing), pendek (<0,4 mm)
Bercabang
Silindris, panjang (<15 cm)
Jumlah mitokondria
Beberapa
Banyak sekali
Banyak/sedikit (tergantung tipe)
Jumlah inti sel
1
1
Beberapa
Letak inti sel
Tengah sel
Tengah sel
Tepi sel
Sarkomer
Tidak ada
Ada, panjang maksimum 2,6 µm
Ada, panjang maksimum 3,7 µm
Warna miofibril
Transparan
Gelap terang
Gelap terang
Synctium
Tidak ada (sel independen)
Tidak ada (fungsional)
Ada
Retikulum sarkoplasma
Sedikit terurai
Cukup terurai
Sangat terurai
ATP sintase
Sedikit
Sedang
Berlimpah
Fisiologi
Pengendalian diri
Secara spontan (lambat)
Ya (cepat)
Tidak (memerlukan stimulus saraf)
Respon terhadap stimulus
Tidak ada reaksi
Semua atau tidak sama sekali
Semua atau tidak sama sekali
Potensial aksi
Ya
Ya
Ya

3. Fungsi Jaringan Otot
Fungsi utama jaringan otot secara umum adalah menggerakan jaringan atau organ lain pada tubuh serta menjaga posturnya. Berikut adalah fungsi jaringan otot berdasarkan jenisnya:


3.1. Fungsi Otot Rangka
  1. Melaksanakan gerakan tubuh
  2. Mendukung tubuh
  3. Menjaga postur tubuh
3.2. Fungsi Otot Polos
Otot polos bertanggung jawab terhadap kontraksi organ berongga seperti pembuluh darah, saluran pencernaan, dan kandung kemih.


3.3. Fungsi Otot Jantung
Otot jantung adalah otot pada jantung. Otot ini setengah berkontraksi, diatur dengan otomatis, berirama, dan terus-menerus sepanjang hidup. Fungsi utama otot jantung adalah untuk membuat jantung tetap berdetak.

Masukkan email sahabat untuk berlangganan artikel

No comments: