(Science & Education) "Alam Kehidupan Adalah Lukisan,Yang Memuat Bukti-bukti Tak Terbantahkan Tentang Kekuasaan dan Keindahan...Seni-Desain PenciptaanNya"
YANG MENARIK PERHATIAN
Wednesday, June 26, 2013
Cara mengatasi download error pada ziddu dengan IDM
Thursday, June 14, 2012
Daftar Situs Kanwil Kemenag Di Indonesia
• Kanwil Kemenag Provinsi Bali
• Kanwil Kemenag Provinsi Bangka Belitung
• Kanwil Kemenag Provinsi Banten
• Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu
• Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo
• Kanwil Kemenag Provinsi Jambi
• Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat
• Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat
• Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Selatan
• Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah
• Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Timur
• Kanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Riau
• Kanwil Kemenag Provinsi Lampung
• Kanwil Kemenag Provinsi Maluku
• Kanwil Kemenag Provinsi Maluku Utara
• Kanwil Kemenag Provinsi Nusa Tenggara Barat
• Kanwil Kemenag Provinsi Papua
• Kanwil Kemenag Provinsi Papua Barat
• Kanwil Kemenag Provinsi Riau
• Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Barat
• Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan
• Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah
• Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara
• Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Utara
• Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat
• Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Selatan
Friday, April 6, 2012
Menjelang UN
Sepertinya sudah menjadi tradisi ketika menjelang ujian nasional semua guru mempersiapkan anak didiknya supaya mampu menghadapi ujian dengan sukses. Melalui berbagai cara dan metode mulai dari tambahan jam pelajaran, hingga istighozahpun digelar. Sebenarnya apakah harus demikian tradisi tahunan menyambut UN, benarkah efektif cara - cara yang dipakai sekarang, atau malah membuat siswa jenuh sebelum menghadapi ujian yang sebenarnnya. Bahkan seorang siswa yang masih merasa kurang dengan tambahan jam disekolahnya mencoba mencari bimbingan belajar diluar, kalau begitu apakah karena gurunya dirasa belum mampu membuat siswanya percaya diri sehingga harus mengeluarkan biaya lagi untuk belajar diluar. Bahkan beberapa lembaga menyarankan supaya mengikuti bimbel, kenapa tidak cukup di sekolah saja di maksimalkan perannya, kalau begitu apakah peran sekolah selama ini belum maksimal. Metetode yang sering dipakai disekolah-sekolah dalam mempersiapkan siswannya menghadapi ujian salah satunya yang populer adalah memperbanyak latihan soal, ketika tambahan jam pelajaran hingga akhirnya dilaksanakan tryout. benarkah efisien metode tersebut atau karena hasil tryout jelek kemudian bisa dikatakan bahwa metode tersebut belum berhasil. Dimana kira-kira letak kesalahannya, jika kita mencoba menganalisisnya lebih penting mana mendahulukan pemahaman materi dengan langsung berlatih soal-soal. Materi yang diujikan adalah mulai dari kelas satu, hal ini mungkin saja siswa sudah mulai melupakan sehingga perlu adanya penyegaran ingatan kembali. Bagaimana efeknya jika seorang siswa yang sudah mulai lupa dengan materinya langsung berlatih soal, hasilnya siswa hanya akan menjawab sekenannya saja yang belum tentu benar. Sebaiknya seorang guru mencoba menyegarkan ingatan siswanya kembali dengan mengulang materi tersebut hingga siswa-siswinya paham kembali dan siap untuk berlatih mengerjakan soal-soal UN. Sehingga siswa yang telah paham materi dapat diharapkan mampu mengerjakan soal dengan benar, tidak lagi asal menjawab karena sudah memiliki dasar yang benar.Tuesday, December 13, 2011
UN Tidak Memberi Jaminan Peningkatan Mutu Pendidikan
"Setiap kali penyelenggaraan UN, ribuan polisi dikerahkan mengamankan naskah dan jalannya UN, ribuan dosen diterjunkan menjadi pengawas independen, ratusan bupati dan wali kota serta puluhan gubernur turun memantau ke ruangan ujian. Namun hasilnya, hanya sedikit sekolah yang kurang melakukan kecurangan dalam UN," ujarnya.Menurut Abdullah, dari 33 provinsi di seluruh Indonesia, hanya ada tiga provinsi yang sedikit melakukan kecurangan dalam penyelenggaraan UN. Selebihnya, dikategorikan hitam atau terjadi kebocoran soal UN. "Data itu, merupakan hasil penelitian Balitbang Kementerian Pendidikan Nasional tahun 2010," kata Abdullah. Ia mengatakan, tujuan pemerintah menyelenggarakan UN adalah untuk memotivasi anak agar giat belajar dan mendorong guru lebih aktif mengajar. Dengan begitu, tujuan pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan dapat tercapai. Namun, yang terjadi, kata dia, anak-anak didik malas belajar tapi rajin mengejar bocoran soal, sedangkan guru bukan mencari teknik mengajar yang efektif melainkan proaktif mencari siasat untuk membocorkan soal. "Realita ini terjadi, karena UN selama ini dianggap sebagai kewajiban yang harus diikuti oleh setiap anak didik," katanya. Abdullah berpendapat, seharusnya UN bukanlah sebuah kewajiban tetapi hak bagi para peserta didik untuk mendapatkan pengakuan dari negara bahwa mereka telah lulus ujian nasional. "Kalau paradigma ini yang dipakai, dijamin tidak ada akan lagi anak didik yang kasak kusuk mencari bocoran soal dan guru yang sibuk membantu murid mendapatkan kunci jawaban saat UN digelar," ujar dia, Alternatif yang menurutnya bisa dilakukan, murid-murid diperbolehkan tidak mengikuti ujian nasional. Mereka bis mengikuti ujian sekolah yang diselenggarakan oleh pihak sekolah di masing-masing provinsi. Konsekuensinya kata dia, ijazah yang dimiliki mereka yang ujian sekolah atau lokal, hanya diakui tingkat lokal, tidak biasa diakui secara nasional. "Untuk mendapatkan pengakuan secara nasional, mereka dapat mengikuti ujian nasional kapan saja mereka mau. Itu solusi untuk mencegah ketidakjujuran para siswa dan guru pada setiap penyelenggaraan UN menurut saya," katanya. (KOMPAS.com)


