YANG MENARIK PERHATIAN

Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Wednesday, June 26, 2013

Cara mengatasi download error pada ziddu dengan IDM

Ketika saya membaca komentar dari beberapa pengunjung yang mengatakan bahwa file-file yang saya simpan di ziddu tidak bisa di download atau terjadi error. Kemudian saya coba ternyata memang benar demikian , kenapa hal itu bisa terjadi. ziddu yang merupakan file hosting gratis ini ternyata sengaja memfliter atau dengan kata lain ziddu tidak mengijinkan download menggunakan IDM. Terus gimana selanjutnya apa kemudian file-file yang disimpan di ziddu tetap tidak bisa di download, tentu tidak demikian. ada beberapa langkah yang bisa dilakukan supaya bisa tetap mendownloadnya. 1. Mendownload dengan cara manual Hal ini dilakukan karena pada komputer anda sudah terinstal IDM, caranya ketika mau mengklik tombol download pada ziddu (setelah memasukkan kodenya) tekan juga tombol alt pada keyboard anda, maka akan muncul tampilan berikutnya di sudut bawah sebelah kiri. 2. Menonaktifkan IDM pada browser anda caranya : - Klik icon IDM di Taskbar. - Setelah IDM muncul klik menu DOWNLOAD lalu klik OPTIONS atau langsung klik ikon option pada toolbar. - Pada OPTIONS pilih GENERAL hilangkan centang dengan mengacu pada browser apa yang Anda gunakan misalnya MOZILLA FIREFOX hilangakan centangnya dan OK saja. - Tutup IDM dan silahkan mendownload kembali 3. Dengan menghilangkan tanda centang yang ada seperti terlihat pada gambar berikut ini dan selamat mencoba semoga berhasil.

Thursday, June 14, 2012

Friday, April 6, 2012

Menjelang UN

Sepertinya sudah menjadi tradisi ketika menjelang ujian nasional semua guru mempersiapkan anak didiknya supaya mampu menghadapi ujian dengan sukses. Melalui berbagai cara dan metode mulai dari tambahan jam pelajaran, hingga istighozahpun digelar. Sebenarnya apakah harus demikian tradisi tahunan menyambut UN, benarkah efektif cara - cara yang dipakai sekarang, atau malah membuat siswa jenuh sebelum menghadapi ujian yang sebenarnnya. Bahkan seorang siswa yang masih merasa kurang dengan tambahan jam disekolahnya mencoba mencari bimbingan belajar diluar, kalau begitu apakah karena gurunya dirasa belum mampu membuat siswanya percaya diri sehingga harus mengeluarkan biaya lagi untuk belajar diluar. Bahkan beberapa lembaga menyarankan supaya mengikuti bimbel, kenapa tidak cukup di sekolah saja di maksimalkan perannya, kalau begitu apakah peran sekolah selama ini belum maksimal. Metetode yang sering dipakai disekolah-sekolah dalam mempersiapkan siswannya menghadapi ujian salah satunya yang populer adalah memperbanyak latihan soal, ketika tambahan jam pelajaran hingga akhirnya dilaksanakan tryout. benarkah efisien metode tersebut atau karena hasil tryout jelek kemudian bisa dikatakan bahwa metode tersebut belum berhasil. Dimana kira-kira letak kesalahannya, jika kita mencoba menganalisisnya lebih penting mana mendahulukan pemahaman materi dengan langsung berlatih soal-soal. Materi yang diujikan adalah mulai dari kelas satu, hal ini mungkin saja siswa sudah mulai melupakan sehingga perlu adanya penyegaran ingatan kembali. Bagaimana efeknya jika seorang siswa yang sudah mulai lupa dengan materinya langsung berlatih soal, hasilnya siswa hanya akan menjawab sekenannya saja yang belum tentu benar. Sebaiknya seorang guru mencoba menyegarkan ingatan siswanya kembali dengan mengulang materi tersebut hingga siswa-siswinya paham kembali dan siap untuk berlatih mengerjakan soal-soal UN. Sehingga siswa yang telah paham materi dapat diharapkan mampu mengerjakan soal dengan benar, tidak lagi asal menjawab karena sudah memiliki dasar yang benar.

Tuesday, December 13, 2011

UN Tidak Memberi Jaminan Peningkatan Mutu Pendidikan

Pengamat pendidikan Sulawesi Tenggara Prof Dr Abdullah Alhadza menilai, penyelenggaraan ujian nasional (UN) yang setiap tahun pelaksanaan menelan dana ratusan miliar rupiah, gagal meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Pelaksanaan UN, menurutnya, membuat siswa dan guru mencari peluang untuk berbuat curang. "Setiap kali penyelenggaraan UN, para siswa hanya sibuk mengejar bocoran soal sedangkan guru aktif mencari siasat memfasilitasi siswa berbuat curang agar bisa mendapatkan nilai bagus dan lulus UN," kata Abdullah, di Kendari, Selasa (13/12/2011). Ia mengatakan, UN yang menyedot anggaran negara sekitar Rp600 miliar setiap tahun, hanya menghasilkan kualitas ketidakjujuran anak bangsa.
"Setiap kali penyelenggaraan UN, ribuan polisi dikerahkan mengamankan naskah dan jalannya UN, ribuan dosen diterjunkan menjadi pengawas independen, ratusan bupati dan wali kota serta puluhan gubernur turun memantau ke ruangan ujian. Namun hasilnya, hanya sedikit sekolah yang kurang melakukan kecurangan dalam UN," ujarnya.
Menurut Abdullah, dari 33 provinsi di seluruh Indonesia, hanya ada tiga provinsi yang sedikit melakukan kecurangan dalam penyelenggaraan UN. Selebihnya, dikategorikan hitam atau terjadi kebocoran soal UN. "Data itu, merupakan hasil penelitian Balitbang Kementerian Pendidikan Nasional tahun 2010," kata Abdullah. Ia mengatakan, tujuan pemerintah menyelenggarakan UN adalah untuk memotivasi anak agar giat belajar dan mendorong guru lebih aktif mengajar. Dengan begitu, tujuan pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan dapat tercapai. Namun, yang terjadi, kata dia, anak-anak didik malas belajar tapi rajin mengejar bocoran soal, sedangkan guru bukan mencari teknik mengajar yang efektif melainkan proaktif mencari siasat untuk membocorkan soal. "Realita ini terjadi, karena UN selama ini dianggap sebagai kewajiban yang harus diikuti oleh setiap anak didik," katanya. Abdullah berpendapat, seharusnya UN bukanlah sebuah kewajiban tetapi hak bagi para peserta didik untuk mendapatkan pengakuan dari negara bahwa mereka telah lulus ujian nasional. "Kalau paradigma ini yang dipakai, dijamin tidak ada akan lagi anak didik yang kasak kusuk mencari bocoran soal dan guru yang sibuk membantu murid mendapatkan kunci jawaban saat UN digelar," ujar dia, Alternatif yang menurutnya bisa dilakukan, murid-murid diperbolehkan tidak mengikuti ujian nasional. Mereka bis mengikuti ujian sekolah yang diselenggarakan oleh pihak sekolah di masing-masing provinsi. Konsekuensinya kata dia, ijazah yang dimiliki mereka yang ujian sekolah atau lokal, hanya diakui tingkat lokal, tidak biasa diakui secara nasional. "Untuk mendapatkan pengakuan secara nasional, mereka dapat mengikuti ujian nasional kapan saja mereka mau. Itu solusi untuk mencegah ketidakjujuran para siswa dan guru pada setiap penyelenggaraan UN menurut saya," katanya. (KOMPAS.com)

Thursday, October 13, 2011

Hati-hati 3 Telur Seminggu, Picu Kanker Prostat

Dalam sebutir telur terdapat beragam nutrisi penting mulai dari protein, vitamin, mineral, antioksidan, dan lemak baik. Namun sebuah riset terbaru mengklaim, makan tiga telur dalam seminggu secara signifikan dapat meningkatkan risiko seorang pria meninggal akibat kanker prostat. Para peneliti menemukan bahwa pria yang mengkonsumsi lebih dari 2,5 butir telur setiap minggunya berpeluang mengidap kanker prostat sebesar 81 persen. Menurut mereka, kerusakan mungkin disebabkan oleh kandungan sejumlah besar kolesterol atau kolin (nutrisi yang membantu sel berfungsi dengan baik) yang ditemukan dalam telur. Temuan tersebut berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh tim peneliti asal Harvard School of Public Health, Boston, yang meneliti kebiasaan makan 27.000 orang selama periode 14 tahun. Hasil penelitian tidak menemukan adanya hubungan yang signifikan antara jumlah daging yang dikonsumsi dengan risiko tumor. Tetapi jumlah kematian yang tinggi akibat kanker justru ditemukan pada mereka yang mengaku banyak mengonsumsi telur. KOMPAS.com