YANG MENARIK PERHATIAN

Friday, September 25, 2015

Jaringan Saraf

Jaringan saraf adalah komponen utama dari dua bagian utama sistem saraf pada manusia yang mengatur dan mengontrol fungsi dan aktivitas tubuh. Dua bagian utama itu yakni otak dan sumsum tulang belakang pada sistem saraf pusat (SSP), dan saraf perifer pada sistem saraf perifer.
Jaringan saraf terdiri dari neuron (sel saraf) yang berfungsi menerima dan mengirim impuls (rangsangan) dan neuroglia (glia). Fungsi neuroglia adalah untuk membantu menyebarkan impuls saraf dan menyediakan nutrisi untuk neuron. Semua sel saraf yang semuanya memiliki akson (neurit). Fungsi akson adalah mengirimkan sinyal potensial aksi ke sel selanjutnya.

1. Struktur Sistem Saraf
Jaringan saraf terdiri dari neuron (sel saraf) dan sel neuroglial. Biasanya, jaringan saraf dikategorikan menjadi empat jenis jaringan. Dalam sistem saraf pusat (SSP), jenis jaringan yang ditemukan adalah materi abu-abu dan materi putih. Dalam sistem saraf perifer (SSP), jenis jaringan yang ditemukan adalah saraf dan ganglia. Jaringan tersebut dikategorikan berdasarkan neuronal yang ada dan komponen neuroglial.

1.1. Komponen Sistem Saraf

Neuron adalah sel dengan fitur khusus yang memungkinkannya untuk menerima dan memfasilitasi impuls saraf dan potensial aksi untuk melintasi membran sel neuron menuju neuron berikutnya. Neuron memiliki badan sel yang besar (disebut soma) dengan dendrit dan akson. Dendrit adalah bagian yang tipis dan bercabang. Fungsi dendrit adalah untuk menerima sinyal elektrokimia (neurotransmitter) untuk membuat perubahan tegangan pada sel. Akson adalah bagian yang panjang. Fungsi akson adalah membawa potensial aksi dari sel tubuh ke neuron berikutnya. Pada bagian akhir akson terdapat struktur seperti bola yang terpisah dari dendrit dan neuron serta terdapat celah kecil yang disebut sinapsis. Struktur seperti bola itu disebut terminal akson. Ketika potensial aksi menuju terminal akson, neurotransmiter yang dihasilkan di sinapsis mengikat reseptor di membran pasca-sinapsis yang akan menghantarkan impuls saraf.

Neuron dapat dibedakan berdasarkan fungsi dan struktur. Jenis-jenis neuron berdasarkan fungsi:
  1. Neuron sensorik (aferen): Fungsinya adalah untuk menyampaikan informasi sensorik dalam bentuk potensial aksi (impuls saraf) dari sistem saraf perifer ke sistem saraf pusat. 
  2. Neuron motorik (eferen): Fungsinya adalah untuk menyampaikan potensial aksi dari sistem saraf pusat ke efektor yang tepat (otot, kelenjar). 
  3. Neuron konektor (interneuron): Adalah sel yang membentuk hubungan antar neuron yang terbatas pada area di otak atau sumsum tulang belakang. 
Jenis-jenis neuron berdasarkan struktur:
  1. Neuron multipolar adalah neuron yang memiliki tiga atau lebih struktur yang datang dari soma (badan sel). Neuron ini adalah neuron yang mayoritas terdapat di sistem saraf pusat dan termasuk neuron konektor dan neuron motorik. 
  2. Neuron bipolar adalah neuron sensorik yang memiliki dua struktur yang datang dari soma. Dua struktur tersebut adalah dendrit dan akson masing-masing satu. 
  3. Neuron pseudounipolar adalah neuron sensorik yang memiliki satu struktur yang terbagi menjadi dua cabang. Dua cabang tersebut masing-masing membentuk akson dan dendrit. 
  4. Neuron unipolar adalah neuron konektor yang memiliki satu dendrit pendek yang berbentuk seperti sikat. Neuron ini dapat ditemukan pada lapisan granular pada otak kecil. 
Neuroglia (sel glia) adalah sel non-saraf pada jaringan saraf yang berfungsi untuk mendukung neuron. Ukuran neuroglia lebih kecil dari neuron dan strukturnya bervariasi sesuai dengan fungsinya.
Sel neuroglia diklasifikasikan menjadi beberapa jenis:
  1. Sel mikroglia adalah sel makrofag yang membentuk sistem kekebalan bagi sistem saraf pusat. Sel mikroglia merupakan sel neuroglia terkecil. 
  2. Astrosit adalah sel makroglia yang berbentuk seperti bintang. Astrosit adalah jenis sel yang paling banyak terdapat di dalam otak dan sistem saraf pusat sehat. 
  3. Oligodendrosit adalah sel sistem saraf pusat dengan sangat sedikit proses. Oligodendrosit membentuk selubung mielin pada akson. 
  4. Selubung mielin adalah selubung dari lipid yang dapat meningkatkan kecepatan potensial aksi. 
  5. NG2 glia adalah sel sistem saraf pusat yang berfungsi sebagai prekursor perkembangan oligodendrosit. 
  6. Sel Schwann adalah bagian dari sistem saraf perifer yang setara dengan oligodendrosit. Fungsi sel Schwann adalah untuk melindungi akson dan membentuk selubung mielin pada sistem saraf perifer. Sel glial satelit adalah sel yang membentuk garis pada permukaan badan sel neuron di ganglia. 
  7. Glia enterik adalah glia yang ditemukan di sistem saraf enterik di dalam saluran pencernaan. 
1.2. Klasifikasi Jaringan Saraf 
Berikut adalah jenis-jenis jaringan saraf pada sistem saraf pusat:
  1. Materi abu-abu adalah bagian yang terdiri dari badan sel, dendrit, akson tanpa mielinasi, astrosit protoplasma, oligodendrosit satelit tanpa mielinasi, mikroglia, dan akson termielinasi yang sangat sedikit. 
  2. Materi putih adalah bagian yang terdiri dari akson termielinasi, astrosit fibrosa, oligodendrosit termielinasi, dan mikroglia. 
Berikut adalah jenis-jenis jaringan saraf pada sistem saraf perifer:
  1. Jaringan ganglion adalah jaringan yang terdiri dari badan sel, dendrit, dan sel glia satelit. 
  2. Saraf adalah bagian yang terdiri dari akson termielinasi dan tidak termielinasi serta sel Schwann dikelilingi oleh jaringan ikat. 
Berikut adalah tiga lapis jaringan ikat yang mengelilingi setiap saraf:
  1. Endoneurium adalah jaringan fibrosa yang menyelubungi akson. Disebut juga tabung, kanal, atau selubung endoneurial. Strukturnya tipis dan halus. Fungsi endoneurium adalah sebagai lapisan pelindung. 
  2. Perineurium adalah selubung yang dibentuk oleh sel khusus berupa serabut yang mengikat akson. Setiap saraf memiliki satu atau lebih akson dan tertutup oleh perineurium yang berbentuk pipih dengan tujuh atau delapan lapisan konsentris. Fungsinya sangat penting dalam perlindungan dan pemberi dukungan pada jaringan saraf. 
  3. Epineurium adalah lapisan terluar dari jaringan ikat pada saraf. 
2. Fungsi Sistem Saraf 
Secara garis besar, fungsi sistem saraf adalah sebagai berikut:
  1. Menerima rangsangan sensorik 
  2. Integrasi antara panca indera dan anggota tubuh dengan otak dan sumsum tulang belakang
  3. Mengendalikan jaringan otot 
  4. Mengontrol sekresi kelenjar 
  5. Mengatur homeostasis 
  6. Mendukung aktivitas mental. 
Fungsi utama jaringan saraf adalah untuk membentuk jaringan komunikasi pada sistem saraf dengan menggunakan sinyal-sinyal elektrik. Dalam Sistem Saraf Pusat (SSP), materi abu-abu yang berisi sinapsis berfungsi untuk mengolah informasi. Materi putih yang berisi akson termielinasi berfungsi untuk menghubungkan dan memfasilitasi jalur impuls saraf antar materi abu-abu di sistem saraf pusat. Dalam sistem saraf perifer, jaringan ganglion yang berisi badan sel dan dendrit, menyimpan titik relay untuk impuls. Jaringan saraf yang mengandung akson termielinasi, mengangkut potensial aksi (impuls saraf).

3. Penyakit pada Jaringan Saraf
Penyakit pada jaringan saraf yang paling utama adalah tumor. Tumor pada jaringan saraf disebut neoplasma yang meliputi tumor sel glia, tumor epitel saraf, dan tumor selubung saraf. (Nervous tissue (https://en.wikipedia.org/wiki/Nervous_tissue))

Masukkan email sahabat untuk berlangganan artikel

No comments: